Miniatur Solo Batik Carnival

0
AWCRAFT mempersembahkan karya miniatur/replika yang terinspirasi dari event kota Solo, Jawa tengah, INDONESIA.

Solo Batik Carnival merupakan karnaval yang dilangsungkan setahun sekali dengan batik sebagai materi utama penciptaan kostumnya.Setelah respon masyarakat yang besar dari efen Solo Batik Carnival 1 pada tahun 2008.
AWCRAFT dengan bangga mempersembahkan miniatur Solo Batik Carnival dengan ukuran skala 1/6.

Kerajinan miniatur Solo Batik Carnival berbahan resin dengan dibalut kain batik yang asli & ditambah aksesoris manik-manik,sehingga menghasilkan sebuah miniature SBC yang tampak lebih hidup mirip dengan aslinya.

Dikerjakan dengan sangat teliti & detail sangat ditonjolkan dalam memproduksi miniatur ini..
100% Handmade









 








Action Figure Tokoh ( Gesang )

0




















Bengawan Solo

Bengawan Solo…
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi ..
Perhatian insani

Musim kemarau …
Tak s’brapa airmu
Di musim hujan air …
Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air meluap sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu ….
Riwayatmu dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu

Siapa tidak mengenal lagu Bengawan Solo…
Bengawan Solo adalah lagu asli Indonesia  yang beriramakan Keroncong.
Diciptakan sekitar tahun 1940
Lagu ini terinspirasi dari salah satu sungai terpanjang di pulau Jawa, Bengawan Solo
Gesang Martohartono (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917 – meninggal di Surakarta, Jawa
 Tengah, 20 Mei 2010 pada umur 92 tahun)
adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia.
 Dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," lagu Bengawan Solo ciptaannya, terkenal di Asia,
 terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu 'Bengawan Solo' ciptaannya telah diterjemahkan kedalam,
 setidaknya, 13 bahasa (termasuk bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang)

Gadis & Seruling 1

0


Gadis & Seruling 1

Lentera keemasan,kuning berkilauan
Terdengar seruling bambu
Merayap ke langit, menikam bumi
Bergetar seluruh jagat raya ini

Lagu keabadian itu
Di senandungkan oleh si gadis
Bergema dari musim ke musim
Tersuarakan di sepanjang zaman

Pada malam yang hening
Suara seruling itu
Serasa begitu dekat, dekat,
Sangat dekat,
Seirama detak jantung manusia

Sekelompok burung malam terbang
dan terbitlah bintang kejora
Memancarkan sinar cinta kasih.

Pendapat Sahabat

0

Iwan A.Wiryawan yang saya kenal


Bram Palgunadi
Program Studi Desain Produk ITENAS  dan Pegiat karawitan dan wayang di ITB

Dalam perjalanan menghayati budaya wayang di Nusantara ini, saya akhirnya sempat berkenalan dengan seorang seniman muda yang dalam pandangan saya, tidak saja potensial, tetapi juga sangat kreatif, penuh semangat, dan penuh daya juang dalam menempuh karirnya. Pertemuan pertama saya, berlangsung saat pelaksanaan event Bandung Wayang Festival 2011 di Kota Bandung. Saat itu, ia ikut sebagai peserta dalam pameran karya seni wayang, di Balai Pare, Kota Baru Parahyangan. Dalam pameran ini, ia menampilkan sejumlah karya seninya, berupa ‘action figure’ bertema wayang. Suatu karya seni yang relatif jarang yang menggarapnya. Saat itu, ia merupakan satu-satunya peserta pameran yang menampilkan karya seni dalam bentuk ‘action figure’ wayang. Seniman muda yang berperawakan tegap, atletis, dan menguasai berbagai seni bela diri ini, sangat sangat tekun dan antusias, saat menjelaskan kepada sejumlah pengunjung yang tertarik pada hasil karyanya. Itu merupakan pertemuan saya dengan dirinya, yang dilakukan ‘di darat’.
Pertemuan-pertemuan selanjutnya, hanya dilakukan lewat udara, maksudnya melalui media sosial facebook. Pertemuan-pertemuan ini, berlangsung relatif cukup intensif. Biasanya, diskusi lewat media sosial ini dilakukan lewat tengah malam. Internet, telah membawa manfaat yang luar biasa dalam hal pertemanan jarak jauh, khususnya sebagai media untuk melakukan diskusi serius, atau sekedar ‘say hello’ semata. Pertemuan yang menyenangkan ini sudah berlangsung intensif selama hampir setahun. Berbagai topik diskusi, sering diajukan dan didiskusikan saat malam-malam menjelang pagi.
‘Action figure’, lukisan, patung, atau relief; merupakan ‘makanan’ sehari-hari yang dihadapi seorang Iwan sebagai seniman. Lukisan potret, merupakan salah satu karya andalan, yang rupanya banyak menambah isi kocek. Sudah barang tentu, produk ‘action figure’ merupakan andalan lainnya yang terbukti telah membuat dirinya semakin terkenal saja. Pesaing sedikit, ditambah unsur kreatifitas yang meluap-luap dan tak terbendung, bisa jadi merupakan penyebab utama kisah suksesnya. Pemahaman yang purna atas karakter sejumlah tokoh wayang,  membuat garapannya tidak saja menyenangkan, tetapi juga menjadi sangat luar biasa. Kejeliannya menangkap ‘moment’ tertentu, juga merupakan salah satu hal yang membuatnya menghasilkan karya cemerlang. Misal saja, saat di Surakarta diadakan peragaan/festival budaya; maka dengan segera sang seniman ini melihat terbukanya sebuah peluang yang luar biasa. Hasilnya? Sejumlah ‘action figure’ dalam bentuk peraga miniatur manusia berpenampilan serba batik dan segala kelengkapan asesoris indahnya, dilahirkan dari tangan dan kecermatannya.
Melihat dan mencermati Mas Iwan (panggilan abrab saya kepada sahabat saya yang satu ini), sama dengan melihat sosok penuh kreatifitas, yang tak takut menghadapi tantangan jaman. “Kesulitan yang manapun bisa diatasi, jika kita mau belajar,” begitu kalimat yang dilontarkan kepada saya pada suatu ketika. Membuat ‘action figure’ selain memerlukan kreatifitas, juga memerlukan kehati-hatian, kecermatan, dan tentu saja yang menjadi andalan adalah keterampilan tangan yang luar biasa, untuk bisa menghasilkan karya seni yang luar biasa. ‘Extra ordinary’. Itu kata kunci yang menjadikan hampir semua karya-karya ‘action figure’ yang dihasilkan menjadi luar biasa dan sukar dicari tandingannya. Menurut saya, ini merupakan salah satu pencapaian luar biasa yang tidak banyak seniman lain bisa mencapainya secara mudah.
Karya seni adalah nyawa pengakuan atas eksistensi seorang seniman. Karena itu, tolok ukur apakah seorang seniman diakui atau tidak, adalah dari karya-karya seni yang dihasilkannya. Dalam hal ini, Mas Iwan sudah sampai pada tahap memenuhi persyaratan eksistensi ini. Tinggal mengembangkan seluruh potensi dan karyanya, supaya bisa lebih dikenal di masyarakat luas. Khususnya dalam mencapai komunitas para penikmat dan kolektor benda seni yang fanatik. Seniman yang mempunyai visi atas masa depannya, memang diharuskan tidak sekedar kreatif dan menghasilkan banyak karya semata. Tetapi juga harus paham, atau sekurang-kurangnya sadar atas keberadaan dan kegunaan teknologi masa kini. Banyak seniman muda yang sangat potensial, tetapi nyatanya tetap terbenam ke dalam persoalan ketidak-mampuan untuk mengeksploitas kehadiran suatu teknologi baru. Maka, selama pemahaman atas berbagai teknologi baru ini tidak dikembangkan dan tidak dieksploitasi, maka si seniman muda yang sangat potensial ini, akan terjebak pada kondisi tetap tidak dikenal oleh khalayak ramai. Nah, dalam persoalan ini, Mas Iwan termasuk yang mempunyai visi jauh ke masa depan. Ia berusaha membuat website untuk memperkenalkan seluruh karya seninya. Tidak mudah memang. Tetapi, semuanya dipandangnya sebagai tantangan, untuk diselesaikan dan diatasi. Dan, dalam soal seperti ini, kita lalu berhadapan dengan sosok Iwan, yang memang sudah terbukti ‘pantang mundur dan pantang menyerah’.  Mungkin saja, karakter pantang mundur dan pantang menyerah ini, juga hasil dari pergaulannya dengan sejumlah sahabatnya yang berasal dari kalangan militer; yang membuat dirinya menjadi terpengaruh, dalam arti yang positif, dan juga membuat sikapnya menjadi sangat disiplin.
Pandangan umum masyarakat atas dunia seniman pada umumnya, lazimnya dianalogikan dengan kebiasaan tidak disiplin, tidak menghargai waktu, tidak mau diatur, maunya bebas merdeka, sukar bekerja-sama, lebih senang bekerja sendiri, egois, mau menangnya sendiri, sukar menerima usulan orang lain, dan sukar menerima kritikan. Semua hal ini, sama sekali tidak terlihat pada diri seorang Iwan. Keterbukaannya, sangat terasa saat berdiskusi dengan orang lain. Keterbukaannya ini juga yang terbukti telah membuka banyak peluang baru bagi dirinya. Bahkan, gagasan baru, seringkali juga diterimanya dari hasil berdiskusi dengan orang lain. Hal ini, tidak lantas membuat dirinya menelan mentah-mentah segala gagasan yang dihasilkan dari diskusi itu, melainkan memikirkan, merenungkan, dan akhirnya mengembangkan gagasan itu; dan menjadikannya sebagai dasar untuk menghasilkan hasil seni baru yang spektakuler dan luar biasa. Maka, kita menjadi tercengang saat melihat hasil karya seorang Iwan. Tercengang, karena hampir semua karya seninya mengandung pemahaman selera (taste) dan estetika yang bagus; bentuk rupa dan garapan detail yang nyaris sempurna, serta konsistensi dalam menjaga mutu karya seni yang dihasilkan. Sebuah upaya serius yang biasanya diabaikan oleh banyak perupa Indonesia.
Maka, hanya ada satu kalimat yang dirasakan tepat untuk dirinya, yaitu ‘sukses selalu, dan maju terus pantang mundur; rawe-rawe rantas, malang-malang putung.’ Semoga semua upayanya, menghasilkan sumbangan karya luar biasa untuk masyarakat, budaya Nusantara, dan negeri tercinta Indonesia…..


PARAMITA SARI INDAH WIDARINI PARAMITA SARI INDAH WIDARINI  Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Wartawan/Reporte Surat Kabar Harian Joglosemar

Saya ingat betul pertemuan saya dengan Mas Iwan saat sedang meliput acara Kementerian Koperasi, di Hotel Sahid Jaya Kota Solo tempo lalu. Saat Mas Iwan memamerkan hasil karyanya yang berupa boneka replica Solo Batik Carnival (SBC), saya sungguh terpesona bahwa ada anak Solo yang dapat membuat boneka handmate sendiri. Detil karakter wajah sang penari, pernik motif batik kostum SBC, benar-benar menyerupai aslinya.
Kemudian pertemuan kedua baru-baru ini, saat saya berkunjung ke bengkel beliau di daerah Klodran, Solo, takjub tak henti-hentinya saya rasakan. Pembagian waktu antara pekerjaan dengan pekerjaan sampingan patut diacungi jempol. Beberapa pajangan karya action figure yang sedang digarap, kemudian cerita dan proyek yang akan beliau kerjakan nantinya, membuat saya tak henti-hentinya berdecak kagum dengan sosok Mas Iwan ini.
Saya pun tidak menyangka, setelah melihat website garapan Mas Iwan sendiri sungguh hebat. Saya pun tidak menyangka lagi, bahwa seluruh karya yang dihasilakan mulai dari lukisan realisnya, boneka replica SBC, action figure tokoh pahlawan di sejumlah film, lukisan karikatur tokoh terkenal, dan sebagainya ini adalah hasil buah karya secara otodidak.
Sungguh saya turut bangga dengan Mas Iwan, ternyata ada orang Solo yang mampu melahirkan karya sekelas dunia. Mas Iwan menjadi salah satu harta karun terpendam di Kota Bengawan ini, dan membuat saya semakin mencintai kota kelahiran saya juga. Segudang ide, kemampuan, ketekunan, kesabaran, dan keoptimisannya inilah yang patut dipelihara Pemerintah Indonesia umumnya, dan Pemerintah Kota Solo khususnya.
Maju terus, Jangan pantang menyerah, terus berkarya, dan selalu rendah hati Mas Iwan. saya doakan karyanya tidak hanya dihargai masyarakat di Indonesia saja, namun masyarakat seluruh dunia. Go go go, Hidup Wong Solo !!!


Lukisan The Ten Commandments

0

Mengisahkan perjalanan Nabi Musa Alaihissalam dalam mengemban risalahnya menghadapi Fir'aun Laknatullah. Kisah ini dimulai dari kegemparan atas ramalan bahwa akan lahir bayi lelaki dari kalangan Bani Israil yang kelak akan membunuh Fir'aun. Firaun Mesir memerintahkan pembantaian semua laki-laki yang baru lahir. Tapi satu anak, Musa (anak keluarga Imran) lolos dari kematian ketika ia diatur oleh Allah Azza wa Jalla terapung di Sungai Nil. Seperti tahun berlalu, ia dibesarkan di sebuah rumah tangga kerajaan Mesir dan, ia naik kekedudukan menjadi seorang pangeran. Setelah penemuan warisan yang sebenarnya, dan terinspirasioleh Risalah dari Allah di gunung Sinai, ia tekadkan untuk membebaskan kaumnya.

Sepuluh Perintah Allah, juga dikenal sebagai Dekalog, adalah seperangkat Alkitab prinsip yang berkaitan dengan etika dan ibadah , yang memainkan peranan penting dalam Yudaisme dan Kristen . Mereka termasuk instruksi untuk menyembah hanya Allah dan untuk menjaga hari Sabat , dan larangan terhadap penyembahan berhala , penghujatan , pembunuhan , pencurian , ketidakjujuran , dan perzinahan . Berbagai kelompok mengikuti tradisi yang sedikit berbeda untuk menafsirkan dan penomoran mereka.
Sepuluh Perintah muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani , dalam kitab Keluaran dan Ulangan . Menurut cerita dalam Keluaran, Allah tertulis pada dua loh batu, yang dia berikan kepada Musa di Gunung Sinai.
sumber : wikipedia 

Lukisan Ikan Koi karya Iwan

0
Berikut saya menulis tentang lukisan ikan koi
Siapa yang tidak tergoda dengan keindahan Ikan Koi. Ikan koi memang indah. Sisiknya yang berwarna - warni dan bentuk tubuhnya yang menggemaskan, membuat ikan ini banyak dicari orang. Meskipun ikan koi ini bibitnya awalnya berasal dari daratan Tiongkok lalu menyebar ke Jepang, namun kini banyak dibudidayakan di dalam negeri.

Mengapa ikan koi unik? Ikan koi dapat menjadi teman seumur hidup,karena umurnya relative panjang. Di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun, warna-warninya beragam, indah, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, mudah menerima makanan, lemah lembut dan jinak, serta raja ikan hias air tawar. Kata koi, menurut penulisan Jepang, memang bisa menimbulkan dua makna berbeda. Makna pertama adalah ikan, sedangkan makna kedua menjadi murni atau sempurna.

Dari kedua makna ini, koi bisa diartikan sebagai ikan yang mempunyai garis rapi dan teratur pada sisik di badannya. Artinya, koi merupakan ikan yang benar-benar sangat menguntungkan dan sangat ideal untuk seni.

10 KEUNIKAN KOI
  1. Bisa menjadi teman seumur hidup. ”Takdir “hidup koi sangat panjang. Di Jepang ada yang sampai berumur 200 tahun.
  2. Warna-warninya beragam. Koi mempunyai corak warna yang sangat beragam dan setiap pola warna koi sangat berbeda,
  3. Koi tidak terlalu mahal. Pada umumnya. orang beranggapan bahwa koi sebagai ikan hias yang harganya mahal. Tapi jika kita mau memeliharanya mulai dari kecil ian ini tidak terlalu mahal.
  4. Koi mudah menyesuaikan diri. Koi juga dikenal sebagai ikan yang gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ikan ini bisa menempati hampir semua tempat.
  5. Koi mudah menerima makanan. Salah satu sebab mengapa koi mudah dipelihara adalah karena koi mudah menerima makanan apa saja. Tidak seperti halnya pada budidaya kodok. Kodok sulit dibudidayakan karena perilaku makanannya sangat khusus.
  6. Tidak pemilih terhadap perawatnya. Pada umumnya sebuah hobi hanya milik perorangan. Kalau seorang ayah mempunyai kegemaran memelihara burung, mungkin anggota keluarga yang lain tidak bisa ikut menikmati karena memang tidak tahu apa yang menarik dari burung tersebut. Tapi kalo memelihara koi, banyak orang yang bisa menikmati
  7. Koi lemah lembut dan jinak. Tidak ada pemimpin dalam kelompok koi, dan tidak ada seekor pejantan kasar yang mengganggu koi betina. Sebagai penghuni lama, koi tidak akan me-nyiksa koi pendatang baru. Koi sangat lemah lembut.
  8. Koi Ikan Samurai. Koi terkenal sebagai ikan pemberani dan tidak takut terhadap apa pun sampai mereka dibantai. Oleh karenanya, koi di Jepang disebut sebagai ikan samurai.
  9. Raja Ikan Hias Air Tawar. Koi merupakan ikan hias air tawar terbesar dan merupakan ikan bergengsi. Kepalanya besar dengan dihiasi sepasang kumis. Kumis inilah yang membedakannya dengan ikan mas koki, Carassius auratus.
  10. Koi Merupakan Karya Seni Jepang. Koi mempunyai sejarah panjang sebagai ikan peliharaan. Ikan ini diimpor ke Jepang dari tempat asalnya di Asia Tengah lewat Cina dan Korea.